Kliping Artikel Islam

Kliping Artikel Islam

Rekaman Dauroh Syaikh 2009 Bantul

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Ta’ala, karena Muhadharah bersama para Ulama Sunnah dengan tema “Jalan Keluar dari Problematika Hidup adalah Kembali kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dengan bimbingan para Ulama” telah selesai dilaksanakan tanpa ada halangan berarti.

Ucapan terimakasih juga panitia haturkan kepada seluruh pihak yang telah berperan serta mensukseskan acara tersebut.

Berikut ini adalah link download dauroh. Silakan didownload.

Baca entri selengkapnya »

Written by mumtazanas

Juli 28, 2009 at 10:44 am

Ditulis dalam audio

Tagged with

Tentang Demokrasi, Pemilu, dan Partai Islam

Asysyariah: Mau Kemana Partai Islam

April 2009 bangsa Indonesia merayakan sebuah momen besar, Pesta Demokrasi, Pemilu.

Partai yang turut serta cukup banyak ditambah lagi metode suara terbanyak sehingga setiap caleg berkampanye secara masing-masing.

Negara Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim menumbuhkan partai-partai Islam.

Bagaimana sebenarnya Islam membahas tentang Demokrasi? Apakah Demokrasi sama dengan Musyawarah? dan masih banyak pembahasan yang perlu kita pahami.

Berikut ini adalah artikel-artikel yang kami ambil dari Majalah Asysyariah berkaitan dengan Demokrasi, Pemilu, dan Partai Islam.

1. Partai Islam Partai Dakwah?

2. Hukum Mayoritas dalam Syariat Islam

3. Siapakah Ahlu Syura

4. Meminta Jabatan

5. Bolehkan Bergabung dalam Partai Politik

6. Mau Kemana Partai Islam?

7. Memaknai Politik Syar’i

8. Demi Suara, Apapun Dilakukan

9. Demokrasi adalah Liberalisasi

10. Kisah Nabi Yusuf dan Meminta Jabatan

11. Jangan Berebut Jabatan Bertameng AlQur’an

12. Demi Sebuah Kursi Kedudukan

Written by mumtazanas

April 5, 2009 at 7:43 am

Demi Sebuah Kursi Kedudukan

Penulis : Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar

عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيِّ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ :قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ
Dari Ka’b bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah sekawanan kambing lebih merusak daripada merusaknya seseorang terhadap agamanya karena ambisinya untuk mendapatkan harta dan kedudukan.”

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 2482) melalui jalan Suwaid bin Nashr, dari Abdullah bin Al-Mubarak, dari Zakariya bin Abi Zaidah, dari Muhammad bin Abdirrahman, dari Ibn Ka’b bin Malik, dari ayahnya, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullahu berkata, ”Hadits ini diriwayatkan melalui jalan lain dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya dari hadits Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas, Abu Hurairah, Usamah bin Zaid, Abu Sa’id, dan ‘Ashim bin ‘Adi Al-Anshari g.”
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu (3/456).
Hadits ini dishahihkan oleh Asy-Syaikh Muqbil di dalam Ash-Shahihul Musnad (2/178) dan Asy-Syaikh Al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 5620).
Al-Qadhi rahimahullahu menerangkan, hadits ini shahih dan sangat masyhur. Kami memperoleh hadits ini lebih dari satu jalur periwayatan. Secara umum, pada lafadz hadits terdapat perbedaan kata namun bermakna sama.

Baca entri selengkapnya »

Written by mumtazanas

April 5, 2009 at 7:21 am

Ditulis dalam demokrasi, kajian kontemporer

Tagged with ,

Jangan Berebut Jabatan Bertameng Al-Qur`an

Penulis : Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin

وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ. قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ
Dan raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang dekat denganku.” Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengannya, dia berkata: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami.” Berkatalah Yusuf: “Jadikanlah aku bendahara negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.” (Yusuf: 54-55)

“Pucuk di cinta ulam tiba”, begitulah sebuah ungkapan yang terucap dari seorang yang merasa senang dan bahagia, atas tercapainya suatu dambaan yang selama ini dicari dan dicitakan, bahkan melebihi dari apa yang diduga dan dikira.

Baca entri selengkapnya »

Written by mumtazanas

April 5, 2009 at 7:18 am

Ditulis dalam demokrasi, kajian kontemporer

Tagged with

Kisah Nabi Yusuf dan Meminta Jabatan

Penulis : Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc

Penjelasan Asy-Syaikh Abdul Malik Ramadhani tentang Kisah Nabi Yusuf
Orang yang berdalil dengan kisah masuknya Nabi Yusuf dalam siyasah (pemerintahan) telah tenggelam dalam kesalahan. Yaitu ketika beliau mengatakan:
اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ
“Jadikanlah aku bendaharawan negara Mesir.” (Yusuf: 55)
Padahal beliau tidak memasuki tugas ini kecuali setelah mendapatkan persaksian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tertulis pada persaksian tersebut:
إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ
“Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi sangat berpengetahuan.” (Yusuf: 55)1
Ahli balaghah (sastra Arab) dapat membedakan antara kata الْحَافِظُ (yang berarti menjaga) dengan kata الْحَفِيظُ (yang sangat pandai menjaga), juga antara kata الْعَالِمُ(yang berilmu) dengan kata الْعَلِيمُ (yang sangat berpengetahuan). Maka perhatikan hal ini, karena sesungguhnya ini termasuk rahasia-rahasia Al-Qur`an yang penuh hikmah.

Baca entri selengkapnya »

Written by mumtazanas

April 5, 2009 at 7:16 am

Ditulis dalam demokrasi, kajian kontemporer

Tagged with

Demokrasi Adalah Liberalisasi

Penulis : Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin

Telah masyhur bahwa pemahaman demokrasi berasal dari masyarakat Yunani Kuno. Athena, sebagai pusat pemerintahan masyarakat Yunani Kuno, telah membumikan pemahaman demokrasi pada masyarakatnya. Masyarakat telah dilibatkan langsung dalam menentukan pemerintahnya melalui penggunaan hak dipilih dan memilih. Meskipun hak politik ini masih tidak diberlakukan kepada kaum wanita, budak, atau yang berstatus warga asing. Athena menjadi benih masyarakat yang liberal (yang memiliki kebebasan) bagi rakyatnya untuk menentukan sendiri pemerintahannya. Inilah yang diistilahkan dewasa ini dengan masyarakat yang demokratis. Masyarakat yang warganya memiliki kebebasan untuk menentukan masa depan kehidupan bangsanya.

Baca entri selengkapnya »

Written by mumtazanas

April 5, 2009 at 7:14 am

Ditulis dalam demokrasi, kajian kontemporer

Tagged with

Demi Suara, Apapun Dilakukan

Penulis : Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin

Menjelang pemilu, berbagai wilayah di Republik Indonesia ini diwarnai berbagai atribut partai. Mereka –para peserta pesta demokrasi– berlomba memajang anggota partainya untuk dipilih rakyat. Mereka berlomba meraup suara sebanyak mungkin agar bisa meloloskan anggota partainya menduduki kursi jabatan yang diperebutkan.

Di antara peserta pesta demokrasi itu, terdapat partai-partai yang mengusung nama Islam. Mereka masih berkeyakinan bahwa sentimen agama masih menjadi komoditas yang laik jual. Meskipun senyatanya, kesantunan beragama terkadang tidak melekat dalam pergaulan mereka. Tak sedikit yang berlaga sehingga saling menyerang, baku tikai hanya karena beda partai. Tak sedikit pula yang membujuk rayu masyarakat dengan uang, kaos, atau fasilitas lainnya dengan maksud masyarakat memilihnya. Ini yang sering dimunculkan sebagai isu-isu untuk meruntuhkan partai lawan.

Baca entri selengkapnya »

Written by mumtazanas

April 5, 2009 at 7:10 am

Ditulis dalam demokrasi, kajian kontemporer

Tagged with ,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.