Alangkah bagusnya sebuah syair dari Al-Qahthani,
Sesungguhnya Rafidhah itu sejelek-jelek orang yang berpijak di atas bumi.
Dari semua manusia maupun jin
Mereka menyanjung Nabi, tetapi menuduh para sahabat beliau berkhianat
Dan menuduh mereka dengan kezhaliman dan permusuhan
Mereka cinta terhadap kerabat beliau, tetapi mencela para sahabatnya
Dua dalih yang sangat kontradiksi disisi Allah
(Sebenarnya) seakan keluarga nabi dan para sahabatnya satu ruh yang keseluruhannya disatukan oleh dua jasad
Dua kelompok yang diikat oleh satu syariat
Ayah dan ibuku sebagai tebusan, memang dua kelompok
Dua kelompok yang sama-sama berjalan di atas petunjuk
Keduanya menegakkan agama Allah
Sebuah terjemahan dari risalah Syaikhul Muhammad bin Abdul Wahhab yang berjudul Ar-Radd ‘ala Ar-Rafidhah yang telah dilengkapi ta’liq[1] dan tahqiq[2] oleh Syaikh Abu Bakr Abdur Razzaq bin Shalih bin Ali An-Nahmi.Risalah ini berisi tentang penjelasan kesesatah agama Syiah Rafidhah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengambil pernyataan-pernyataan dari buku-buku mereka kemudian membantahnya dengan dalil-dalil dari AlQuran, Sunnah, dan Atsar. Disisi lain beliau juga menggunakan logika/analogi yang menunjukkan betapa sesatnya Rafidhah.
Adapun Syaikh Abu Bakr Abdur Razzaq (pentahqiq) memberikan catatan terhadap dalil-dalil yang dibawakan penulis risalah apakah shahih atau dloif, serta memberikan beberapa tambahan seperti biografi penulis risalah, definisi Rafidhah, dan beberapa bab pada bagian akhir buku.
Adapun permasalahan yang dibahas adalah dan ini disusun dalam bab-bab:
- Masalah wasiat tentang kekhalifahan (peristiwa Ghadir Kum)
- Masalah Pengingkaran Kekhalifahan Para Khulafaur Rasyidin
- Masalah Tuduhan Mereka tentang Murtadnya para Sahabat radliallahu ‘anhum
- Masalah Klaim Mereka tentang Kurangnya Al-Quran
- Masalah Celaan
- Masalah Taqiyyah
- Masalah Celaan Mereka terhadap ‘Aisyah yang Sebenarnya Bebas dari Tuduhan
- Masalah Pengkafiran Orang-Orang yang Memerangi Ali
- Masalah Penghinaan Mereka terhadap Nama Para Sahabat
- Masalah Pembatasan Kekhalifahan hanya pada 12 Orang
- Masalah Kemaksuman
- Masalah Fadhilah Al-Imam Ali
- Masalah Pengingkaran Keturunan Al-Hasan
- Masalah Khilaf Mereka tentang Keluarnya Selain Kelompok Mereka dari Neraka
- Masalah Penyelisihan Mereka terhadap Ahlussunnah
- Masalah Raj’ah
- Masalah Menambah Lafadz Adzan
- Masalah Jama’ antara Dua Shalat
- Masalah Nikah Mut’ah
- Masalah Nikah tanpa Wali dan para Saksi
- Masalah Meminjamkan Budak Wanita untuk Digauli
- Masalah Mengumpulkan antara Seorang Wanita dengan Bibinya (untuk dinikahi keduanya)
- Masalah Mereka Memperbolehkan Mendatangi Wanita pada Duburnya
- Masalah Mengusap Kedua Khuf
- Masalah Thalaq 3 dalam 1 Lafadz
- Masalah Pengingkaran terhadap Taqdir
- Masalah Keserupaan Mereka dengan Yahudi
- Masalah Keserupaan Mereka dengan Nashrani
- Masalah Keserupaan Mereka dengan Majusi
- Asyura’ sebagai Hari Berkabung (bab tambahan dari pentahqiq)
Pembahasan setiap babnya memang tidak terlalu mendalam karena memang permasalahan tersebut mencukupi jika dibantah dengan satu atau dua dalil dan penulis risalah lebih menekankan pembaca mengetahui tentang masalah apa saja yang tersembunyi dari Rafidhah ini.
Buku setebal 200-an halaman ini patut anda baca untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan tentang agama.
Tentang buku terjemahan ini sudah cukup bagus dengan softcover bewarna hitam cukup mewakili isi dari buku tersebut. Disisi lain kami memberikan catatan terhadap judul buku yang menurut kami cukup dengan “Peringatan atas Agama Syiah Rafidhah” karena kata bantahan biasanya digunakan untuk sesuatu yang lebih khusus. Adapun jika dipertahankan menggunakan kata bantahan maka lebih baik simbol “&” diganti dengan kata “dan” sehingga menjadi “Bantahan dan Peringatan atas Agama Syiah Rafidhah”
Akhirnya kami ucapkan jazakumullahu khoiron atas diterjemahkan dan dicetaknya buku ini, semoga bisa dijadikan salah satu bentuk nasihat terhdap ummat. (mtzans)
Anda ingin membelinya? klik disini
—-
[1] ta’liq: komentar terhadap penulisan orang lain yang disertakan bersamaan
[2] tahqiq: meneliti dan memastikan akan kebenarannya