Kliping Artikel Islam

Kliping Artikel Islam

Posts Tagged ‘pemilu

Tentang Demokrasi, Pemilu, dan Partai Islam

without comments

Asysyariah: Mau Kemana Partai Islam

April 2009 bangsa Indonesia merayakan sebuah momen besar, Pesta Demokrasi, Pemilu.

Partai yang turut serta cukup banyak ditambah lagi metode suara terbanyak sehingga setiap caleg berkampanye secara masing-masing.

Negara Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim menumbuhkan partai-partai Islam.

Bagaimana sebenarnya Islam membahas tentang Demokrasi? Apakah Demokrasi sama dengan Musyawarah? dan masih banyak pembahasan yang perlu kita pahami.

Berikut ini adalah artikel-artikel yang kami ambil dari Majalah Asysyariah berkaitan dengan Demokrasi, Pemilu, dan Partai Islam.

1. Partai Islam Partai Dakwah?

2. Hukum Mayoritas dalam Syariat Islam

3. Siapakah Ahlu Syura

4. Meminta Jabatan

5. Bolehkan Bergabung dalam Partai Politik

6. Mau Kemana Partai Islam?

7. Memaknai Politik Syar’i

8. Demi Suara, Apapun Dilakukan

9. Demokrasi adalah Liberalisasi

10. Kisah Nabi Yusuf dan Meminta Jabatan

11. Jangan Berebut Jabatan Bertameng AlQur’an

12. Demi Sebuah Kursi Kedudukan

Written by mumtazanas

April 5, 2009 at 7:43 am

Ditulis dalam demokrasi, kajian kontemporer

Ditandai dengan , ,

Mau Kemana Partai Islam?

without comments

Penulis : Redaksi Majalah Asysyariah

Umat Islam belumlah lupa, beberapa waktu silam pascareformasi, kala hendak memilih pemimpin negeri ini, sebuah fatwa diteguhkan oleh sejumlah partai politik (parpol) Islam, ”haram memilih pemimpin wanita”. Namun beberapa waktu kemudian, ”fatwa” itu dimentahkan kembali. Bak bola salju, perkara ini terus menggelinding dan membesar. Hingga pada pemilihan kepala daerah (pilkada), tak cuma soal wanita, sejumlah parpol Islam bahkan sudah tidak malu mendukung kepala/wakil kepala daerah non-muslim.
Itulah sebuah ironi bernama politik yang dipertontonkan kepada umat. Politik nyata-nyata tak hanya mengubah lawan menjadi kawan atau sebaliknya, tapi terbukti bisa membongkar pasang syariat sekehendak hati. Dewan syuro partai bukan mengawal syariat namun justru menjadi stempel untuk melegalisasi penyimpangan syariat. Loyalitas tidak lagi dibangun di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah namun oleh fatwa Dewan Syuro, AD/ART parpol, bahkan sekadar ucapan tokoh sentralnya.

Baca entri selengkapnya »

Written by mumtazanas

April 5, 2009 at 7:05 am

Ditulis dalam demokrasi, kajian kontemporer

Ditandai dengan , ,

Meminta Jabatan

without comments

Penulis: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsariy

Meminta jabatan atau mencalonkan diri dalam etika politik merupakan hal lumrah. Padahal Islam melarang keras perbuatan yang berakar dari budaya Barat ini. Hadits berikut memberikan penjelasan secara gamblang bagaimana sesungguhnya Islam memandang sebuah jabatan yang telah menjadi simbol status sosial ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menasehatkan kepada Abdurrahman bin Samurah radliallahu ‘anhu:

(( يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بن سَمُرَة , لاَ تَسْأَلُ الإِمَارَةَ. فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيْتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَ إِنْ أُعْطِيْتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا))
“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu, niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).”

Baca entri selengkapnya »

Written by mumtazanas

April 5, 2009 at 7:00 am

Ditulis dalam demokrasi, kajian kontemporer

Ditandai dengan